Dunia akuntansi di Indonesia sedang memasuki babak baru. Jika selama ini perusahaan non-publik akrab dengan SAK ETAP (Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik), kini saatnya bersiap untuk bertransisi ke SAK EP (Entitas Privat).
Langkah ini sejalan dengan upaya Bank Indonesia dan OJK yang terus mendorong transparansi laporan keuangan bagi sektor privat agar lebih mudah mengakses kredit perbankan. Di tengah ketatnya persaingan bisnis tahun 2026, perusahaan yang masih memakai “standar lama” akan semakin sulit bersaing mendapatkan kepercayaan investor.
Perubahan ini bukan sekadar ganti nama. SAK EP hadir untuk menjembatani celah antara standar yang terlalu sederhana (ETAP) dengan standar yang sangat kompleks (SAK Internasional/Full PSAK).
1. Mengapa SAK ETAP Diganti Menjadi SAK EP?
SAK ETAP yang disusun tahun 2009 dianggap sudah kurang mumpuni untuk menangkap kompleksitas bisnis modern. SAK EP disusun berdasarkan IFRS for SMEs yang lebih mutakhir, sehingga laporan keuangan entitas privat di Indonesia memiliki daya banding yang lebih baik, terutama saat berhadapan dengan perbankan atau investor global.
2. Perbedaan Mendasar yang Wajib Anda Pahami
| Fitur / Topik | SAK ETAP (Lama) | SAK EP (Baru) |
| Komponen Laporan | Minimalis (Neraca, LR, Perubahan Ekuitas, Arus Kas, Catatan). | Lebih Detail, termasuk Penyesuaian Saldo Laba jika ada koreksi. |
| Instrumen Keuangan | Fokus pada biaya perolehan (Amortized Cost). | Mengenal konsep Fair Value (Nilai Wajar) untuk aset keuangan tertentu. |
| Aset Tetap | Hanya menggunakan model Biaya Perolehan. | Memperbolehkan Model Revaluasi (setelah pengakuan awal). |
| Laporan Konsolidasi | Tidak diatur secara mendalam. | Mengatur prosedur konsolidasi jika perusahaan memiliki anak usaha. |
| Pajak Penghasilan | Menggunakan metode Tax Payable (Pajak Terutang). | Menggunakan konsep Deferred Tax (Pajak Tangguhan). |
3. Apa Dampaknya Bagi Laporan Keuangan Anda?
Transisi ini akan memberikan gambaran kekayaan perusahaan yang lebih nyata. Misalnya, dengan adanya pilihan Model Revaluasi pada aset tetap dan pengakuan Pajak Tangguhan, posisi ekuitas dan aset perusahaan bisa terlihat lebih proporsional dibandingkan saat masih menggunakan SAK ETAP.
Namun, ini juga berarti akuntan harus lebih teliti dalam melakukan estimasi dan penilaian (judgment), terutama terkait nilai wajar dan penurunan nilai aset.
4. Langkah Taktis Menuju Transisi SAK EP
Agar proses transisi berjalan mulus tanpa mengganggu operasional, lakukan langkah berikut:
- Identifikasi Perbedaan Kebijakan: Cek akun-akun mana yang paling terdampak (biasanya Aset Tetap, Piutang, dan Pajak).
- Siapkan Saldo Awal: Lakukan penyesuaian pada saldo laba awal periode transisi jika ada perubahan metode pengukuran.
- Update Sistem Akuntansi: Pastikan software akuntansi Anda sudah mendukung pencatatan sesuai standar baru, terutama untuk perhitungan depresiasi atau pajak tangguhan.
Adaptasi atau Tertinggal
Perubahan standar adalah hal yang lumrah dalam evolusi bisnis. SAK EP memberikan ruang bagi perusahaan privat untuk tampil lebih profesional dan transparan di mata para pemangku kepentingan. Jangan tunggu sampai tenggat waktu berakhir untuk mulai mempelajari perbedaannya.
Memahami SAK EP memang membutuhkan ketelitian ekstra, namun manfaat transparansi yang didapat jauh lebih besar bagi kesehatan jangka panjang perusahaan. Jika Anda masih ragu di mana titik krusial perubahannya, mari diskusikan bagaimana transisi ini bisa mengoptimalkan penyajian aset perusahaan Anda.
Penulis: Amrina Yulfajar & Icha Audy
Editor: Agnes Ade Arsya
Image Source: Pinterest
